Sabtu, Juli 10, 2021

301 ㅡ Congkak.

Bukankah pundak tidak tersedia untuk paksa kehendak;
berujung jadi beban bagi yang berperangai congkak.

Bukankah hati tidak terbiasa untuk orang lain;
berupaya jadi bahagia bagi yang tuturkan amin.

Salam hangat,
Senjakala.  

Jumat, Juli 09, 2021

300 ㅡ Asa.

Terbanglah, setinggi-tingginya, wahai asa;
yang kulambungkan dengan sekuat tenaga.

Bersemilah, secantik-cantiknya, duhai semesta;
yang kudoakan dengan penuh cinta.

Salam hangat,
Senjakala.  

Kamis, Juli 08, 2021

299 ㅡ Purnama.

Usai lewat sekian purnama;
semesta masih terasa sama.

Kendati belum ada tanda-tanda;
pujangga kemari bawa sejuta bunga.

Salam hangat,
Senjakala.  

Rabu, Juli 07, 2021

298 ㅡ Hawa.

Barangkali diberi waktu boleh ucap satu janji;
ingin gemakan gita-gita yang sabar memaklumi.

Barangkali diberi kesempatan untuk jatuh cinta;
ingin selalu jadi hawa pembawa pelita.

Salam hangat,
Senjakala.  

Selasa, Juli 06, 2021

297 ㅡ Merpati.

Adakalanya termangu tatap cakrawala;
tunjuk tangan tanyakan surga di mana.

Punya cita-cita sebebas merpati;
mampu terbang luwes ke sana kemari.

Salam hangat,
Senjakala.  

Senin, Juli 05, 2021

296 ㅡ Rimba.

Muatan warita penuh warna; katanya,
padahal serupa senja yang sering terlupa.

Entitas beradab namun biadab; akunya,
oleh sebab sukma rimba nelangsa.

Salam hangat,
Senjakala.  

Minggu, Juli 04, 2021

295 ㅡ Sopran.

Sekeras apa pun aku coba,
selembut mungkin sopran bersuara.
aku, hanyalah semu yang bersanggama,
dengan litani bersambut namamu di sana.

Salam hangat,
Senjakala.  

Sabtu, Juli 03, 2021

294 ㅡ Senja.

Ini aku, Tuhan;
sang penaka lara.

Salah satu penghuni semesta yang;
punya hubungan jauh dengan sempurna,
melebur bersama petrikor rembang senja,
barangkali terbiasa serupa lakon jenaka.

Salam hangat,
Senjakala.  

Jumat, Juli 02, 2021

293 ㅡ Pantas.

Senja dan matahari;
mustahil satu walau sehati.

Takut wujudkan segala jadi realitas;
sebab tidak pernah mengaku pantas.

Salam hangat,
Senjakala.  

Kamis, Juli 01, 2021

292 ㅡ Parit.

Ihwal terjerembab lubang parit,
sisakan sakit teramat pahit. 

Tiada diperkenankan gaungkan keluh,
kendati dwicagak bersimbah peluh.

Salam hangat,
Senjakala.