Selasa, September 28, 2021

381 ㅡ Terciptalah kilat semu.

selepas ragu terciptalah kilat semu,
namun tetap berkilau secantik itu;
... ialah Senjakala Merindu.

Salam hangat,
Senjakala.

Senin, September 27, 2021

380 ㅡ Sekali lagi, sejemang saja, sebatas itu.

sekali lagi, langit mendung hamburkan haru.
sejemang saja, harum kembang mekar berlalu.
sebatas itu, ombak di laut saling beradu.

Salam hangat,
Senjakala.

Minggu, September 26, 2021

379 ㅡ Hadirlah aku dan segala asa untuk bahagia.

Pada lengkung rona senja, aku temukan miliaran aksara ihwal jatuh cinta dan patah sesungguhnya. Berawal dari pelangi adiwarna, semesta pancarkan secercah cahaya. Hadirlah aku dan segala asa untuk bahagia.

Salam hangat,
Senjakala.

Sabtu, September 25, 2021

378 ㅡ Iya, barangkali.

Barangkali benar adanya, semesta memang suka bercanda. Barangkali pasti jadinya, ada bahagia setelah air mata. Iya, barangkali. Jangan terlalu banyak bermimpi, semua hanya omongan barangkali semata. Barangkali ini ihwal diangkat lalu dijatuhkan dengan sempurna.

Salam hangat,
Senjakala.

Jumat, September 24, 2021

377 ㅡ Barangkali semesta memang suka bercanda.

Barangkali semesta memang suka bercanda, dan kitalah bahan permainannya. Jangan khawatir jika hari itu gerimis, hanya ada sekuntum kembang sedang menangis.

Salam hangat,
Senjakala.

Kamis, September 23, 2021

376 ㅡ Punya cita-cita jadi air mengalir.

Barangkali genangan basah di pelupuk mata hadir untuk hapus serpihan kesepian yang mampir. Berjanjilah malam itu pada gerimis, lain kali enggan lagi menangis. Jangan khawatir, tidak akan lagi ketar-ketir, sebab kini punya cita-cita jadi air mengalir.

Salam hangat,
Senjakala.

Rabu, September 22, 2021

375 ㅡ Berbahagialah yang murah hatinya.

Berbahagialah yang murah hatinya. Pantaskan diri untuk diselamatkan dari nestapa, diangkat harkat dan martabatnya, serta diberikan singgasana paling luar biasa. Bara huru-hara tidak lagi berarti, kini sang nona sudah benar-benar jadi putri sejati.

Salam hangat,
Senjakala.

Selasa, September 21, 2021

374 ㅡ Semula nihil harta, setiap harinya berselindung di balik doa.

Semula nihil harta, setiap harinya berselindung di balik doa. Bukan siapa-siapa, hanya debu yang sering dilupa. Jangan salah, tiba-tiba impian berubah kentara. Kaya raya, makmur sejahtera, hingga puncak jemala berhiaskan kelap-kelip mahkota.

Salam hangat,
Senjakala.

Senin, September 20, 2021

373 ㅡ Abjad suratan takdir diawali dengan hiperbola.

Abjad suratan takdir diawali dengan hiperbola, maka berbondong-bondong kosakata seterusnya dirangkai serupa. Gita-gita bergema, kelahiran kembali undang sorak-sorai riuh bahagia. Asma bernuansa kesempurnaan dielu-elukan, inilah Senjakala.

Salam hangat,
Senjakala.

Minggu, September 19, 2021

372 ㅡ Dahulu kala hiduplah seorang nona pemimpi di siang bolong.

Dahulu kala hiduplah seorang nona pemimpi di siang bolong yang acapkali terbangkan asa setinggi-tingginya demi kelak jadi pemimpin jagat raya. Martabat, harta, takhta, dan segalanya digenggam sekuat-kuatnya, meskipun sadar betul segenap itu hanya semu.

Salam hangat,
Senjakala.