Jumat, Desember 10, 2021

454 ㅡ Mengadu.

Pada siapa lagi aku harus mengadu?
Awan dan ombak hanya sibuk beradu.

Salam hangat,
Senjakala.

Kamis, Desember 09, 2021

453 ㅡ Satu.

Bahagia usai air mata, kata mereka.
Pada satu cinta, aku selalu berdoa.

Salam hangat,
Senjakala.

Rabu, Desember 08, 2021

452 ㅡ Sore.

Sore ini tidak seperti biasanya;
banyak burung berkicau suka,
bagai semesta punya rencana,
dan aku yang terus menduga.

Salam hangat,
Senjakala.

Selasa, Desember 07, 2021

451 ㅡ Langit.

Langit, bisakah kamu menangis sejenak saja?
Aku ingin lepaskan beban, jatuhkan air mata.

Langit, bisakah saat ini kamu lupakan aku?
Barangkali kamu mau peluk aku yang rapuh.

Salam hangat,
Senjakala.

Senin, Desember 06, 2021

450 ㅡ Sederhana.

Semesta bagai melulu beri teka-teki;
yang mana acapkali buat sulit berdiri.

Sesungguhnya hanya ingin dicinta;
dengan sederhana dan punya arah.

Salam hangat,
Senjakala.

Minggu, Desember 05, 2021

449 ㅡ Rumit.

Seharusnya cinta dan patah tidak serumit ini.
Apakah benar seharusnya tidak begini?

Nyatanya, entahlah; adalah jawabanku.
Masih berupaya percaya cinta itu sederhana.

Salam hangat,
Senjakala.

Sabtu, Desember 04, 2021

448 ㅡ Kangen.

Setiap surat kurasa punya cerita masing-masing.
Bagaimana menurutmu soal itu, pujangga asing?

Di kalimat terakhir, aku sisipkan sesuatu; hampir.
Nyaris aku ungkap kangen yang tiba-tiba hadir.

Salam hangat,
Senjakala.

Jumat, Desember 03, 2021

447 ㅡ Biru.

Aku;
selintas benang pada layangan,
secorak warna biru pada awan,
semestamu yang buat nyaman.

Salam hangat,
Senjakala.

Kamis, Desember 02, 2021

446 ㅡ Terang.

Kamu;
serupa terang pada langit abu-abu,
selaras senja yang teramat teduh,
sejemang aku hanyut dan rapuh.

Salam hangat,
Senjakala.

Rabu, Desember 01, 2021

445 ㅡ Suka.

Garis waktu cepatlah gaungkan semua,
bahwa ada yang barangkali sudah suka.

Salam hangat,
Senjakala.