Jumat, September 10, 2021

363 ㅡ Rahayu Sewaruna Kemuning.

Kalakian kukila gereja bersenandung riang, titipkan salam teruntuk empunya roman jelita. Montase luruhnya kaum adam hingga terungku bawah mata kaki. Merayu dengan sopran sopan, paling pandai buat nyaman. Mendayu dalam hening, RAHAYU SEWARUNA KEMUNING.

Salam hangat,
Senjakala.

Kamis, September 09, 2021

362 ㅡ Nadir Gaung Wirasoetama.

Manifestasi mimpi imitasi berwujud kentara, bersambut personifikasi insan teramat sempurna. Birukan samudra, juga cakrawala. Kontraskan bentang hitam langit malam. Raja wahid yang gemar memorakporandakan kebun kembang hawa, NADIR GAUNG WIRASOETAMA.

Salam hangat,
Senjakala.

Rabu, September 08, 2021

361 ㅡ Purnama Hawa Angkasa.

Pemeran utama yang teristimewa, kendati cuma sekadar imaji. Mendulang sedikit sadar dan sabar akan semesta yang punya jalan sendiri untuk buai asa di ujung setiap luka. Ini nyata, bilik ruang berimpit rumpang dan rampung kepunyaan PURNAMA HAWA ANGKASA.

Salam hangat,
Senjakala.

Selasa, September 07, 2021

360 ㅡ Berkontemplasi pada sentimen histori.

Berkontemplasi pada sentimen histori, bersusah payah rangkai memori. Di sini tersuguh sejumlah adegan sembarang dan gelagat jiwa mengawang yang ditenun menggunakan dawai serupa parang sembari selira berdendang curang. Jangan khawatir, ini bukan akhir.

Salam hangat,
Senjakala.

Senin, September 06, 2021

359 ㅡ Menyiasati penghabisan malapetaka pada serial melodrama.

Ala kadarnya belaka, segenap indra maklumkan segala. Hafal betul deritanya dilahirkan sebagaimana rempeyek-rempeyek mungil yang acapkali berseteru dengan rumpang. Mengapung dalam dirgantara, menyiasati penghabisan malapetaka pada serial melodrama.

Salam hangat,
Senjakala.

Minggu, September 05, 2021

358 ㅡ O, Tuan dan Nyonya.

O, Tuan dan Nyonya. Telenovela roman picisan remaja-remaja renggang bijaksana akan lekas mempertontonkan eksistensi di atas panggung sandiwara. Berpusar pada balada romantika, buah minda dan olok-olok semesta.

Salam hangat,
Senjakala.

Sabtu, September 04, 2021

357 ㅡ Dialektika Imaji Elok.

Dialektika Imaji Elok. Puspa molek meramu semesta. Bersumbu pada petrikor senja, bermuara pada pukul tiga. Miliaran kumparan murni gubahan napas dan nafsu pun jadi. Sayup terdengar satu ketukan, rupanya kandas lagi di tengah jalan.

Salam hangat,
Senjakala.

Jumat, September 03, 2021

356 ㅡ Itu dia, dimensi tanpa ruang dan waktu yang konkret.

Itu dia, dimensi tanpa ruang dan waktu yang konkret. Terungku sangkar putih, terjerumus iri dengki, terbatas sorak-sorai, lalu tersiksa sari pati. Terkemas mulia dalam relung hati hasilkan nyeri kala sepi. Lecetnya tidak kasatmata, sakitnya luar biasa.

Salam hangat,
Senjakala.

Kamis, September 02, 2021

355 ㅡ Ada suatu ranah yang melulu jadi rumah berpulang.

Ada suatu ranah yang melulu jadi rumah berpulang. Kokoh berdikari kendati badai topan bersahut-sahutan, berupaya runtuhkan seluruh benteng pertahanan. Tidak apik isinya, bahkan kelewat berantakan. Hasrat hendak beres-beres dibuat acapkali kelabakan. 

Salam hangat,
Senjakala.

Rabu, September 01, 2021

354 ㅡ Burung.

Kala itu burung-burung gereja mencicit bersahutan;
sepasang rungu tergelitik, terlampau manis dimanjakan.

Bersambung dengan seluruh tenang yang datang;
terbukalah nurani agar lebih bahagia lagi mengawang.

Salam hangat,
Senjakala.