Kamis, Februari 10, 2022

516 ㅡ Semestaku terlalu monokrom, kurasa.

Namun, kali ini wajah Senjakala berubah abu-abu. Murung, bibir Senjakala ikut maju tanpa ba-bi-bu.

"Haha, tapi lucu. Meski aku sudah menepati kata-kataku sendiri, tidak ada yang aku dapatkan sebagai hadiah. Semua sia-sia," celoteh Senjakala putus asa. "Semestaku terlalu monokrom, kurasa."

Salam hangat,
Senjakala.

Rabu, Februari 09, 2022

515 ㅡ Dengar-dengar seniman selalu menepati kata-katanya.

"Terdengar hebat," sahutku sambil mengangguk.

"Dengar-dengar seniman selalu menepati kata-katanya. Jadi, kalau aku menjadi seniman, maka aku akan dikenal sebagai seseorang yang selalu menepati kata-kataku," jelas Senjakala dengan antusias.

Aku tersenyum, "Terdengar semakin hebat."

Salam hangat,
Senjakala.

Selasa, Februari 08, 2022

514 ㅡ Aku ingin menjadi seniman yang mampu menyentuh hati banyak orang.

"Aku ingin menjadi seniman yang mampu menyentuh hati banyak orang," begitu kata Senjakala tanpa ada sedikit pun keraguan di dalamnya.

Apa yang dipikirkan Senjakala dalam waktu yang sesingkat ini? Aku bertanya-tanya. Mungkin Senjakala ingin menjadi seperti kebanyakan insan yang punya impian.

Salam hangat,
Senjakala.

Senin, Februari 07, 2022

513 ㅡ Kami memiliki selera yang sama.

Aku tidak ingin mengusik Senjakala yang sedang tenggelam dalam pikirannya sendiri. Kami berdiri diam di sana selama beberapa menit.

Setidaknya aku tahu bahwa aku dan Senjakala memiliki selera yang sama. Kami sama-sama menyukai ketenangan, musim salju, dan barangkali padang gelagah.

Salam hangat,
Senjakala.

Minggu, Februari 06, 2022

512 ㅡ Menggemaskan, sekaligus membuat cemas.

Menggemaskan, sekaligus membuat cemas.

Kebebasan dan kedamaian beterbangan dan jatuh ke dalam pelukannya. Senjakala mendekap erat semua itu sesaat sambil menggigil.

Khawatir Senjakala kedinginan, aku menyampirkan mantel ke bahunya dan memeluknya dari belakang.

Akulah, sang penjaga Senjakala.

Salam hangat,
Senjakala.

Sabtu, Februari 05, 2022

511 ㅡ Aku memutuskan untuk menemui Senjakala.

Aku memutuskan untuk menemui Senjakala di padang gelagah yang ada di tengah pulau.

Senjakala langsung keluar dari mobil bahkan sebelum mobil yang aku kendarai benar-benar berhenti. Juita itu tampak terburu-buru menghirup udara dingin dengan sekujur tubuhnya yang ringkih.

Salam hangat,
Senjakala.

Jumat, Februari 04, 2022

510 ㅡ Selamat berpetualang; dengan kaki telanjang.

Bersama debur ombak dan laut biru,
juga angkasa abu-abu yang sendu.

O, Senjakala.

Selamat berpetualang;
dengan kaki telanjang.

Salam hangat,
Senjakala.

Kamis, Februari 03, 2022

509 ㅡ Orang-orang lupa apa-apa saja yang harus ditakuti di dunia ini.

Senjakala Merindu, namanya.

Ramah, tutur katanya.
Nila, corak semestanya.
Jingga, helai rambutnya.
Sempurna, cinta kasihnya.

Senjakala, juita jelita laksana panorama senja yang menjadi pengingat bahwa terkadang orang-orang lupa apa-apa saja yang harus ditakuti di dunia ini hingga hati terlalu takut mencintai.

Salam hangat,
Senjakala.

Rabu, Februari 02, 2022

508 ㅡ Aku biarkan mereka merampas jiwaku.

Aku biarkan mereka merampas jiwaku dan menelan semua kenangan yang ambigu.

Nada dan melodi dari nyanyian mereka membuat aku terlena. Di saat mabuk kepayang, aku ambil pena dari saku celana, lalu aku lahirkan juita tanpa nama kenamaan semesta yang seharusnya tidak hidup di sana.

Salam hangat,
Senjakala.

Selasa, Februari 01, 2022

507 ㅡ Aku hanyalah manusia biasa yang jauh dari kata sempurna.

Nyanyian ombak dan laut terus berlanjut. Begitu juga dengan aku yang berdendang di antara mereka, meski aku hanyalah manusia biasa yang jauh dari kata sempurna.

Tiba-tiba mereka melebarkan sayap, maka dengan cepat aku merentangkan tangan. Kami melampaui segala batas hubungan.

Salam hangat,
Senjakala.