Minggu, April 10, 2022

575 ㅡ Perdamaian.

Tidak apa-apa, ini jalan hidup masing-masing. Aku bukan sahabatmu yang mampu dengan gembira menggenggam tanganmu dan memeluk hatimu. Aku hanya berupaya mengajakmu berteduh di bawah atap rindang bertajuk perdamaian. Itu saja, tidak lebih. Walakin, pilihanmu benar ada di tanganmu sendiri.

Salam hangat,
Senjakala.

Sabtu, April 09, 2022

574 ㅡ Benci.

Mengapa? Lagi-lagi aku hendak berdiskusi empat mata denganmu. Mengapa banyak orang lebih memilih untuk menyakiti daripada mencintai? Mengapa banyak orang lebih memilih untuk menyuarakan benci daripada menyampaikan kasih? Mengapa kau menempatkan dirimu di antara orang-orang itu?

Salam hangat,
Senjakala.

Jumat, April 08, 2022

573 ㅡ Terang.

Aku, kau, kita, semua diciptakan untuk menikmati dunia. Bukankah dunia ini akan jauh lebih terang ketika kita bersama-sama memancarkan cahaya kasih? Bukankah dunia ini akan jauh lebih damai ketika kita bersama-sama merangkul satu sama lain dan saling mencintai?

Salam hangat,
Senjakala.

Kamis, April 07, 2022

572 ㅡ Sopran.

Bukan masalah. Sebenarnya tiada orang yang sudi menghabiskan energi untuk membawa sopran tinggi-tinggi. Lagi pula, siapa yang berada di pundak komedi?

Salam hangat,
Senjakala.

Rabu, April 06, 2022

571 ㅡ Busuk.

Aku tahu berkata buruk lebih mudah ketimbang memuji baik. Aku juga tahu kau anggap dinding-dinding di benteng indahmu itu tidak punya mulut untuk bicara lantang-lantang tentang topik-topik busuk yang kau rangkum apik-apik di dalam sana. Aku tentu saja tahu barangkali kau kira tiada satu insan pun berani bertandang ke rumahmu untuk menegur tingkahmu atau menguncir mulutmu.

Salam hangat,
Senjakala.

Selasa, April 05, 2022

570 ㅡ Kerikil.

Perlukah aku ingatkan? Melempar batu kerikil hingga batu besar kepada orang-orang yang kau anggap rendah tidak akan membuat dirimu terlihat hebat. Kau tidak akan naik pangkat, sebab bukan kau yang menentukan siapa-siapa saja yang rendah di dunia ini.

Salam hangat,
Senjakala.

Senin, April 04, 2022

569 ㅡ Memar.

Ini adalah pengingat bagimu dan bagiku, juga bagi siapa saja yang berminat membaca buku harian ini hingga akhir. Aku berusaha mengumpulkan keberanian untuk selalu menebar kasih dengan berlari tanpa khawatir tapak kaki tak beralas sepatu ini hancur berkeping-keping. Luka-luka memar bukan lagi menjadi masalah, sebab selama hidup aku telah ditempa untuk tumbuh berbeda dari insan-insan pada umumnya. Oleh karena itu, aku berani berdiri untuk melindungi mereka yang lemah.

Salam hangat,
Senjakala.

Minggu, April 03, 2022

568 ㅡ Karet.

Aku, salah satunya. Aku punya segudang karet gelang warna-warni yang bisa kau sesuaikan dengan seleramu. Bilang, ya? Bilang saja kapan pun kau siap aku kuncir. Aku bawa kunciran ke mana-mana tanpa perlu kau minta. Jangan sekali-kali kau biarkan mulutmu itu lantang betul ketika mengumandangkan kebencian atas alasan yang tidak masuk di akal.

Salam hangat,
Senjakala.

Sabtu, April 02, 2022

567 ㅡ Jenaka.

Cinta dan harapan? Benci dan dendam? Ternyata kau dan jenaka telah berkawan baik sejak lama, ya? Mengapa tak kau katakan sedari awal? Aku sudah repot-repot begini, baru kau sampaikan mata pencaharianmu adalah mengumbar tawa atas susah yang diderita orang lain. Mengapa? Kau anggap tiap-tiap manusia pantas kau perlakukan bagai kaulah penguasa dunia? Kau juga bukan siapa-siapa di mata semesta. Jaga mulutmu sebelum ada yang menguncirnya kuat-kuat.

Salam hangat,
Senjakala.

Jumat, April 01, 2022

566 ㅡ Abu-abu.

Hitam? Putih? Abu-abu. Aku pikir kita usai seharusnya berdiri di tengah-tengah. Maka dari itu, aku tarik konklusi bahwasanya duniamu adalah kanvas bagi kuas abu-abu. Tak buruk, 'kan? Tak gelap, 'kan? Tak dingin, 'kan? Jangan merengek setelah kau terjerat tipu muslihat semesta dan kini minta diselamatkan dari sana. Kembali kita reka ulang bersama-sama, apakah itu sejatinya yang kau bagikan kepada dunia?

Salam hangat,
Senjakala.