Kamis, Januari 20, 2022

495 ㅡ Bersoraklah, sebab kamu sudah kalah.

Selamat, Senjakala.

Kebanyakan kembang memilih tumbuh di dalam mulutmu.
Keseluruhan kisah pilu melekat di antara sekat jemarimu.

Bersoraklah, sebab kamu sudah kalah.

Salam hangat,
Senjakala.

Rabu, Januari 19, 2022

494 ㅡ Luka.

Lebih mudah bilang luka hingga terkungkung derita ketimbang bilang cinta hingga terbiasa bahagia. Mengapa? Ada tanya yang dilantunkan sepelan-pelannya tanpa suara. Ada selindung yang menjadi satu-satunya cara berlindung. Ada Senjakala yang belum sepenuhnya tahu bagaimana harus berdamai dengan semesta. Senjakala, Senjakala, Senjakala; sudahkah kamu merasa hidup sehidup-hidupnya hari ini?

Salam hangat,
Senjakala.

Selasa, Januari 18, 2022

493 ㅡ Jauh.

Terlepas saja berlayar terlalu jauh; kepada langit titipkan salam rindu. Teruntuk kamu; yang terbisa melukai daripada mencintai, andai kata kamu menjadi aku yang melulu kamu hancurkan semestanya, kira-kira kuatkah dirimu itu yang hampir tak pernah pedulikan hati insan lain? Jangan, jangan lagi posisikan dirimu sebagai aparat paling kuat, sebab kali ini aku sampaikan; menjadi sahabatmu pun aku tak akan lagi mau. Senjakala, Senjakala, Senjakala; kamu yang harus berlapang dada dilupakan dunia, bahkan usai kamu mewarnai angkasa dengan corak senja yang teristimewa.

Salam hangat,
Senjakala.

Senin, Januari 17, 2022

492 ㅡ Pelita.

Pada satu pelita berhasrat luluh; lewat pisah yang kerap abu-abu. Terbiasa dicerca dusta, dibiarkan terlena, diselimuti angkara, direndahkan nelangsa, dan ditertawakan semesta. Pada satu titik cahaya; enggan berpijak keluar rumah, sebab benteng pertahanan tak sekuat yang dikira. Namun, pada akhirnya pun berjuang sendirian di tengah keramaian. Senjakala, Senjakala, Senjakala; kamu yang menjadi tambahan isi dunia hanya untuk diperlakukan sehina-hinanya. Berjuanglah, ini bukanlah akhir dari segala-galanya.

Salam hangat,
Senjakala.

Minggu, Januari 16, 2022

491 ㅡ Lawatan.

Lawatan abadi berkawan sembilu; umbar tawa tanpa khawatir jatuh. Ini aku, yang berjanji tak akan menangis lagi meski hati teriris. Dihadapkan pada terlalu banyak kisah lama tanpa ujung sungguh membuat harapan kembali melambung. Walau demikian, kali ini tiada beban yang singgah di ujung jalan, sebab semua perjalanan berat usai tambat. Senjakala, Senjakala, Senjakala; kamu yang terlahir dari gores-gores pilu yang hadir saat senja. Pembawa terang, bukan ilalang.

Salam hangat,
Senjakala.

Sabtu, Januari 15, 2022

490 ㅡ Kelabu.

Harian kelabu yang masih diramu; sebab aku dan kamu hanya sebatas lagu rindu yang ambigu. Tak akan pernah menjadi satu, selalu runtuh lebih dahulu tanpa bisa bersatu. Senjakala, Senjakala, Senjakala; selamanya tersisih sebagai guyonan semesta, bukan menjadi Yang Terkasih hingga bahagia sering kali menjadi hadiah.

Salam hangat,
Senjakala.

Jumat, Januari 14, 2022

489 ㅡ Sejauh.

Sejauh mata memandang; terlihat selayang pandang hamparan padang gelagah yang masih rumpang. Dari sanalah, Senjakala, merajut langkah demi berkelana ke sana kemari untuk menemukan jati diri di alam semesta yang tak terhingga ini. Ingin lebih banyak mencintai, senantiasa menjadi penuh kasih.

Salam hangat,
Senjakala.

Kamis, Januari 13, 2022

488 ㅡ Pulang.

Senjakala, sudah saatnya pulang;
tidak usah lagi kamu mengarang,
dan kini biar hatimu kian lapang.

Salam hangat,
Senjakala.

Rabu, Januari 12, 2022

487 ㅡ Jingga.

Kilau jingga terakhir dari senja kala itu pun menghilang;
bagai panorama jenggala usai berakhir dengan tenang,
dan selepas sore semesta tidak lagi terlihat cemerlang.

Salam hangat,
Senjakala.

Selasa, Januari 11, 2022

486 ㅡ Cinta.

Aku berhenti menaruh harapan pada cinta yang hadir hanya untuk membuat khawatir;
jangan lukai aku berkali-kali, biar kini aku berjalan perlahan-lahan bagai air mengalir,
agar aku bisa sekali lagi berkenalan dengan diriku yang baru hingga tak melulu amatir.

Salam hangat,
Senjakala.